The Get Rich Quick Adventurer
Trading saham, forex, dan komoditi semakin populer di kalangan
masyarakat. Adanya sistem online trading dan juga akun virtual / demo yang
memanjakan para trader pemula membuat mereka begitu bersemangat untuk melakukan
aktivitas trading. Sebagian besar, bahkan semua dari trader pemula tersebut,
melakukan aktivitas online trading dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan
besar dan cepat baik itu dengan bekal ilmu ataupun tidak.
Banyak trader pemula sangat yakin bahwa mereka dapat menciptakan
keuntungan yang begitu besar melalui trading, terutama ketika mereka sudah
mencoba praktek dengan menggunakan akun demo. Karena merasakan beberapa kali
transaksi dalam akun demo dan mulai merasakan untung, para trader pemula
tersebut akan mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya sangat mudah melakukan
trading saham, forex, ataupun komoditi, dan .. hei ... ini cara yang sangat
menyenangkan untuk menjadi cepat kaya. Hanya perlu sedikit mengamati monitor
kemudian melakukan klik klik pada mouse atau menelepon broker. Apa bedanya akun
nyata dengan akun virtual ?
Sayangnya, ketika trader-trader pemula tersebut mulai melangkah pada
akun nyata dan mulai memutuskan untuk serius trading menggunakan uang
sungguhan, maka hasil tradingnya bisa menjadi lebih kompleks. Tiba-tiba saja
hasil trading di demo account yang dulunya sangat bagus hanya menjadi kenangan
manis.Trading dengan menggunakan uang sungguhan akan sangat berpengaruh pada
emosi trader karena di sini trader mulai menyadari adanya resiko.
Apa Problem Psikologi Trading Anda ?
Mungkin Anda sudah berhasil untuk memprediksi dan menganalisa kemana
arah harga akan bergerak di dalam demo account dan Anda mahir menganalisis.
Namun satu hal yang tidak Anda pelajari di demo account, dan kemudian harus
Anda hadapi di akun nyata adalah : psikologi trading.
Dengan kata lain, akan jauh lebih mudah ketika Anda trading tanpa
adanya resiko. Namun ketika Anda menyadari ada resiko kerugian yang nyata, maka
fokus dan objektivitas terhadap analisis dan kedisiplinan terhadap menjalankan
perencanaan Anda bisa tiba-tiba lenyap begitu saja.
Sebagai contoh, ketika seorang trader melakukan aksi beli / buy / long dalam sebuah trend harga naik dan
harga berbalik arah, karena tidak ada resiko dalam akun demo, trader tersebut
tenang-tenang saja karena ia percaya itu hanya koreksi sementara dan trend naik
masih terus berlangsung. Namun ketika hal yang sama terjadi pada akun nyata,
trader bisa jadi menjadi panik ketika ada koreksi sesaat dan menjadi sangat
tidak objektif.
Musuh terbesar trader adalah diri sendiri, yaitu ketika ia tidak bisa
mengendalikan emosinya, dan sebaliknya emosi yang mengndalikannya. Emosi
agresif, sifat serakah dan tamak membuat trader terus membeli saham baru dengan
harapan harga akan terus naik dan tidak waspada akan melemahnya trend naik.
Emosi yang berupa rasa takut dapat membuat trader untuk tidak segera take
action, takut membeli saham atau justru malah merealisasikan keuntungan hanya
sedikit demi sedikit.
Problem emosional lainnya yang sering tidak disadari adalah “paralyze
because of too much analyzing”. Artinya, trader seringkali berkutat pada
analisis saham, memperhatikan begitu banyak faktor teknikal dan bahkan
fundamental sehingga melumpuhkan intuisinya. Terlalu banyak informasi akan
membuat trader menjadi bingung. Gunakan strategi analisis teknikal sederhana
untuk trading, atau analisis fundamental sederhana untuk berinvestasi. Sistem
yang berhasil adalah sistem yang sederhana. Keep it simple and smart.
Manusia Terlahir Dengan Emosi. Manfaatkan !
Berbagai permasalahan psikologi trading muncul dalam bentuk yang
berbeda-beda pada masing-masing trader, dan hampir semua trader mengalaminya
karena tidak ada manusia yang terlahir tanpa emosi. Manfaatkan emosi Anda
supaya menjadi positif. Contoh memanfaatkan emosi positif adalah dengan
menggunakan exposure dan visualisasi seperti yang saya tulis dalam buku Smart
Traders Not Gamblers.
Trader, yaitu Anda dan saya, semuanya adalah manusia yang mempunyai
emosi. Kita tidak bisa menghilangkan emosi kita namun kita dapat
mengendalikannya yaitu dengan banyak berlatih. Emotion is energy in motion.
Energi yang muncul tidak selalu negatif. Manfaatkan emosi Anda untuk menjadi
bahan bakar yang memacu Anda untuk terus berlatih trading dan meningkatkan
performa.







0 komentar:
Posting Komentar